Kolaborasi Lintas Sektor, Malang Gaspol Cegah Wabah Penyakit

Kota Malang, inimalangraya.com,- Rapat Koordinasi yang diadakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang di Hotel Atria Kota Malang pada Senin, (30/9), lalu merupakan langkah proaktif dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Fokus pada deteksi dini, preventif, dan respons terhadap penyakit menunjukkan komitmen pemerintah Malang untuk mencegah terjadinya wabah atau peningkatan kasus penyakit yang signifikan. Kolaborasi lintas sektor yang ditekankan oleh Kepala Bidang P2P menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Identifikasi masalah secara tepat sangat penting, begitu juga penyebab dan strateginya. Kolaborasi lintas sektor akan memberikan kontribusi positif bagi Kota Malang,” ujar Meifta.
Dalam rapat yang dihadiri oleh perangkat daerah terkait, kepala puskesmas, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan.
Meifta juga menyoroti program eliminasi Tuberkulosis (TB) dan HIV, serta percepatan imunisasi. Upaya ini penting mengingat kedua penyakit tersebut masih menjadi tantangan besar di Kota Malang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, menambahkan bahwa pemerintah harus memiliki strategi efektif untuk menekan angka penularan penyakit.
“Pembangunan kesehatan harus melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat, demi meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas sosial ekonomi,” jelasnya.
Strategi Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Penyakit
Ida juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah menginstruksikan daerah untuk membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan Peningkatan Cakupan Imunisasi. Hal ini karena angka penularan TBC masih tinggi, sementara cakupan imunisasi belum mencapai target.
Pemerintah Kota Malang sudah menindaklanjuti dengan Surat Keputusan Wali Kota yang melibatkan berbagai pihak dalam penanganan kedua masalah tersebut.
Rapat ini juga sekaligus menjadi Kick Off Integrasi Layanan Primer (ILP) Kota Malang. ILP bertujuan untuk menggabungkan layanan kesehatan dasar seperti puskesmas, pustu, dan posyandu dalam memberikan pelayanan bagi semua kelompok usia.
“ILP akan memperkuat pemantauan wilayah setempat oleh petugas kesehatan dan kader. Sehingga pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan akan lebih merata dan optimal,” tutup Ida.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor dan integrasi layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Langkah-langkah preventif, deteksi dini, dan respons cepat yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mengatasi berbagai tantangan kesehatan, termasuk TB, HIV, dan peningkatan cakupan imunisasi. Semua pihak diharapkan terus bersinergi dalam upaya menciptakan masyarakat Kota Malang yang lebih sehat dan produktif.
Sumber: Pemkot Malang
BACA JUGA


