Target Serang Hizbullah, Israel Blokir Akses Utama Lebanon ke Suriah

Beirut, inimalangraya.com – Serangan Israel menutup perbatasan utama Lebanon dengan Suriah pada Jumat (4/10/2024) pagi waktu setempat.
Hal ini dilakukan beberapa jam setelah serangan gencar Israel di pinggiran selatan Beirut, diperkirakan targetkan pewaris sekretaris jenderal Hizbullah yang terbunuh.
Serangan tersebut menambah ketakutan di Lebanon.
Dikhawatirkan serangan Israel terhadap militan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran akan menimbulkan konflik besar-besaran.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan tindakan brilian angkatan bersenjata mereka sah.
Ia katakan hal tersebut saat memimpin salat Jumat di Teheran.
Dia juga mendesak negara-negara Muslim mulai dari Afghanistan hingga Yaman untuk bergabung dalam apa yang disebutnya pertahanan melawan Israel.
Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa tanggapan Israel dapat mencakup serangan terhadap fasilitas minyak Iran.
Menteri Transportasi Lebanon Ali Hamieh mengatakan kepada Reuters bahwa serangan hari Jumat di perbatasan Suriah menghantam wilayah Lebanon di dekat persimpangan, menciptakan kawah selebar empat meter.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada hari Kamis menuduh Hizbullah menggunakan penyeberangan dengan Suriah untuk mengangkut peralatan militer ke Lebanon.
“IDF tidak akan mengizinkan penyelundupan senjata-senjata ini dan tidak akan ragu untuk bertindak jika terpaksa melakukannya, seperti yang telah dilakukan selama perang ini,” kata juru bicara IDF Avichay Adraee pada X.
Menurut statistik pemerintah Lebanon, lebih dari 300.000 orang telah menyeberang dari Lebanon ke Suriah selama 10 hari terakhir.
Mereka yang sebagian besar adalah warga Suriah menghindari meningkatnya pemboman Israel.
Warga 90 Desa di Lebanon Dievakuasi Imbas Serangan Bertubi-Tubi Israel
Daerah pinggiran selatan Dahiye, yang merupakan markas Hizbullah yang didukung Iran, kembali diserang menjelang tengah malam pada hari Kamis.
Hal ini dilakukan setelah Israel memerintahkan warga meninggalkan rumah mereka di beberapa daerah, begitu kata penduduk dan sumber keamanan.
Serangan udara tersebut menargetkan pejabat Hizbullah Hashem Safieddine.
Ia dikabarkan sebagai penerus Hassan Nasrallah, pemimpin yang dibunuh di sebuah bunker bawah tanah, kata reporter Axios Barak Ravid di X, mengutip tiga pejabat Israel.
Nasib Safieddine tidak jelas, katanya.
Militer Israel menolak berkomentar dan Hizbullah tidak memberikan komentar mengenai nasib Safieddine.
Ledakan besar mengguncang langit di sekitar bandara utama Beirut pada Jumat dini hari, dan warga sipil Lebanon mengatakan mereka terus-menerus hidup dalam ketakutan.
“Kami hidup tapi tidak tahu berapa lama. Tidak tahu kapan roket akan menghantam Anda dan keluarga Anda, kata Nouhad Chaib, seorang pengungsi berusia 40 tahun kepada wartawan Reuers..
Militer Israel pada hari Jumat mengatakan kepada penduduk di lebih dari 20 kota selatan di Lebanon untuk segera mengungsi, kata juru bicara Avichay Adraee di X.
Israel terus melanjutkan serangannya di wilayah tersebut.
Hampir 90 desa di wilayah selatan telah diperintahkan untuk dievakuasi sejauh ini, begitu juga dengan sebagian wilayah pinggiran selatan Beirut.
Hizbullah Lebanon mengumumkan beberapa serangan pada hari Jumat di posisi-posisi di Israel, termasuk aman dari rudal di pangkalan Ilania Israel.
Hal ini terajdi ketika Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengunjungi Beirut untuk bertemu dengan Perdana Menteri sementara Najib Mikati dan ketua parlemen Nabih Berri – sekutu dekat Hizbullah.
Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat serangan Israel.
Hampir 2.000 orang tewas sejak dimulainya serangan Israel di Lebanon selama setahun terakhir, sebagian besar terjadi dalam dua minggu terakhir, kata pihak berwenang Lebanon.
Hizbullah mengatakan mereka telah berhasil menggagalkan beberapa operasi darat yang dilakukan pasukan Israel, dengan tindakan seperti penyergapan dan bentrokan langsung.
BACA JUGA

