Setahun Serangan Israel Tinggalkan Jutaan Ton Puing Bangunan

Setahun serangan Israel
Puing-puing bangunan di Gaza setelah setahun serangan Israel (X @Younis)

KHAN YOUNIS, GAZA, inimalangraya.com – Setahun serangan Israel tak hanya tewaskan ratusan ribu jiwa tetapi tinggalkan jutaan ton puing-puing bangunan.

Seorang bocah 11 tahun, Mohammed, mengumpulkan potongan reruntuhan atap ke dalam ember rusak di sekitar rumah dua lantai miliknya.

Ia menumbuknya menjadi kerikil yang akan ayahnya gunakan membuat batu nisan bagi para korban perang Gaza.

“Kami mendapatkan puing-puing itu bukan untuk membangun rumah, tetapi untuk batu nisan dan kuburan,” kata ayahnya, mantan pekerja konstruksi Jihad Shamali, 42 tahun.

Pada bulan Maret, keluarga tersebut membangun sebuah makam untuk salah satu putra Shamali, Ismail, yang terbunuh saat menjalankan tugas rumah tangga.

Namun, itu juga merupakan bagian kecil dari upaya yang mulai terbentuk untuk menangani puing-puing sisa agresi militer Israel melenyapkan kelompok militan Palestina Hamas.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ada lebih dari 42 juta ton puing, termasuk bangunan yang hancur yang masih berdiri dan bangunan yang rata dengan tanah.

Jumlah itu 14 kali lipat jumlah puing yang terkumpul di Gaza antara tahun 2008 dan perkiraan puing-puing itu bisa memenuhi 11 kali volume Piramida Giza, yang terbesar di Mesir itu.

Setahun Serangan Israel Hasilkan Jutaan Ton Puing Bangunan Butuh

PBB punya Debris Management Working Group untuk mulai membersihkan puing-puing pinggir jalan bulan ini.

“Tantangannya sangat besar,” kata Alessandro Mrakic, kepala Kantor Gaza untuk Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

“Operasi besar-besaran ini harus segera mulai.”

Unit militer Israel COGAT katakan akan meningkatkan penanganan limbah dan akan bekerja sama dengan PBB untuk memperluas upaya tersebut.

Mrakic mengatakan rencana tersebut sangat baik tetapi belum ada realisasi.

Tepat 7 Oktober 2023, Israel memulai serangannya setelah militan Hamas serang warga sipil Israel dan tewaskan 1.200 warga Israel dan menyandera lebih dari 250 orang.

Konflik setahun ini hampir tewaskan 42.000 warga Palestina. Di darat, puing-puing menumpuk tinggi di atas pejalan kaki dan kereta keledai di jalan sempit berdebu yang dulunya jalan yang ramai.

“Siapa yang akan datang ke sini dan membersihkan puing-puing untuk kami? Tidak seorang pun. Jadi, kami melakukannya sendiri,” kata sopir taksi Yusri Abu Shabab. Ia membersihkan cukup banyak puing dari rumahnya di Khan Younis untuk mendirikan tenda.

Dua pertiga bangunan pra-perang di Gaza, lebih dari 163.000 bangunan, telah rusak atau rata dengan tanah, menurut data satelit PBB.

Sekitar sepertiganya adalah gedung-gedung tinggi. Setelah perang tujuh minggu di Gaza pada tahun 2014, UNDP dan mitranya membersihkan 3 juta ton puing, 7 persen dari total sekarang.

Mrakic mengutip perkiraan awal akan menelan biaya $280 juta untuk membersihkan 10 juta ton, yang berarti sekitar $1,2 miliar apabila perang berhenti sekarang.

Perkiraan PBB dari bulan April menunjukkan bahwa akan memakan waktu 14 tahun untuk membersihkan puing-puing.

Mayat dan Bom Belum Meledak Di Bawah Puing-Puing

Puing-puing tersebut berisi mayat-mayat yang belum ditemukan, sebanyak 10.000 menurut kementerian kesehatan Palestina, dan bom yang belum meledak, kata Mrakic.

Komite Internasional Palang Merah mengatakan ancaman itu “menyebar luas” dan pejabat PBB mengatakan beberapa puing menimbulkan risiko cedera yang besar.

Nizar Zurub, dari Khan Younis, tinggal bersama putranya di sebuah rumah yang hanya memiliki atap, tergantung pada sudut yang berbahaya. Program

Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 2,3 juta ton puing mungkin terkontaminasi, mengutip penilaian dari delapan kamp pengungsi Gaza, beberapa di antaranya telah terkena dampak.

Serat asbes dapat menyebabkan kanker laring, ovarium, dan paru-paru jika terhirup.

Organisasi Kesehatan Dunia telah mencatat hampir satu juta kasus infeksi saluran pernapasan akut di Gaza dalam tahun terakhir.

Juru bicara WHO Bisma Akbar mengatakan debu dapat mencemari air dan tanah serta menyebabkan penyakit paru-paru.

Dokter mengkhawatirkan peningkatan kanker dan cacat lahir akibat kebocoran logam dalam beberapa dekade mendatang.

Gigitan ular dan kalajengking serta infeksi kulit akibat lalat pasir merupakan kekhawatiran, kata juru bicara UNEP.

Tinggalkan Komentar