Abaikan Mitos Tentang Buah Yang Mencegah Anda Rasakan Manfaatnya

Mitos Tentang Buah
Semua jenis buah memberi manfaat jadi abaikan mitos merugikan! (Pixabay)

Kota Malang, inimalangraya.com – Mitos tentang konsumsi buah memang seringkali menghalangi kita untuk membatasi konsumsinya.

Padahal, buah mengandung banyak vitamin, mineral, serat, air, dan antioksidan yang penting, sehingga sangat rugi jika banyak orang tidak memanfaatkan cara mudah ini untuk meningkatkan nutrisi mereka.

Berikut adalah beberapa mitos tentang buah yang sering beredar di masyarakat.

Mitos 1: Buah Mengandung Kadar Gula Tinggi

“Buah adalah salah satu makanan paling padat nutrisi dan sehat yang dapat kita sertakan dalam pola makan sehari-hari,” kata Jamie Nadeau, ahli gizi di Balanced Nutritionist, kepada Yahoo Life.

Buah memang mengandung gula alami (fruktosa) tetapi buah kaya energi, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Semua nutrisi yang diperlukan untuk membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, sindrom metabolik, dan kanker.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa setiap porsi buah tambahan setiap hari dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sekitar 5 persen.

“Memenuhi target serat harian kita bisa menjadi tantangan dan buah adalah cara yang bagus untuk membantu Anda mencapainya,” kata Nadeau.

Misalnya, apel berukuran sedang mengandung 4,4 gram serat, sedangkan secangkir rasberi mengandung 8 gram serat, yang memenuhi 32 persen kebutuhan serat harian untuk wanita dan 21 persen untuk pria.

Mengapa serat begitu penting? Serat mendukung kesehatan usus dan pencernaan serta membantu menurunkan kolesterol dan mengatur kadar gula darah.

Serat berkontribusi pada penurunan risiko kanker usus besar dan paru-paru serta meningkatkan kesehatan tulang.

Mitos 2: Buah Beri Adalah Yang Terbaik Dibandingkan Buah Lainnya

Buah beri memang mengandung kadar gula rendah, dengan serat dan antioksidan tinggi. Tetapi bukan berarti buah beri adalah satu-satunya buah terbaik.

“Semua buah mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kita agar berfungsi secara optimal,” kata ahli diet Kristin Grimes dari NourishED Colorado kepada Yahoo Life.

Misalnya, mangga juga kaya akan zinc dan folat, keduanya penting untuk kehamilan. Terkadang banyak orang menghindari mangga karena kandungan gulanya yang lebih tinggi.

Namun mangga punya kandungan antioksidan kuat seperti resveratrol dan quercetin, yang dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

“Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mencoba memakan berbagai macam buah untuk mendapatkan seluruh spektrum nutrisi yang disediakannya,” kata Grimes.

Mitos 3: Buah Kalengan Kurang Bergizi

Ahli gizi Samantha DeVito mengatakan kepada Yahoo Life, “Proses pengalengan tidak menghilangkan serat dari buah.”

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa buah kalengan, buah beku, dan buah segar tanpa pemanis semuanya memiliki kadar nutrisi yang sama.

Selain manfaat kesehatannya, buah kalengan dan buah beku biasanya lebih terjangkau dan memiliki masa simpan yang lebih lama, sehingga memungkinkan untuk memiliki buah tanpa khawatir buah akan cepat rusak, tambah DeVito.

Tetapi bagaimana dengan buah kering? Ya, buah kering memang memiliki kandungan kalori dan gula yang lebih tinggi per sajian karena sifatnya yang terkonsentrasi.

Namun, buah kering tetap mengandung banyak vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang sangat penting.

Mitos 4: Makan Buah Setelah Makan Nasi

Tubuh manusia telah dirancang mencerna dan menyerap nutrisi dari buah terlepas dari kapan Anda memakannya.

Memadukan buah dengan makanan lain, seperti protein dan lemak sehat, bahkan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.

Bahkan membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi kemungkinan makan berlebihan.

“Mengonsumsi makanan karbohidrat apa pun, seperti buah, lebih mengenyangkan dan memuaskan saat dikombinasikan dengan makanan lain seperti protein,” jelas Nadeau.

Mitos 5: Hindari Buah Tertentu Bagi Penderita Diabetes

“Seseorang dengan diabetes dapat menikmati buah apapun seperti orang lain,” Lisa Andrews, ahli diet dan pemilik Sound Bites Nutrition, memberi tahu Yahoo Life.

Gula alami dalam buah tidak berarti akan menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat.

“Buah menyediakan makanan manis alami bagi mereka yang menderita diabetes,” imbuh Andrews.

Faktanya, meta-analisis baru-baru ini menemukan bahwa asupan buah yang lebih tinggi dikaitkan dengan kadar gula darah puasa yang lebih rendah pada mereka yang menderita diabetes.

Orang dengan diabetes yang terkelola dengan baik dapat dengan aman mengonsumsi 200–250 gram buah segar per hari.

Buah juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan bagi penderita diabetes. Serat dan senyawa antioksidannya, seperti polifenol dan flavonoid, dapat membantu mengurangi komplikasi terkait diabetes.

Polifenol memiliki sifat antivirus, antibakteri, antiradang, antikanker, dan antioksidan yang kuat, sementara buah-buahan yang kaya flavonoid dikaitkan dengan kadar hemoglobin A1c dan kadar gula darah puasa yang lebih rendah.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa menambah buah-buahan yang kaya flavonoid dalam makanan dapat mengurangi risiko retinopati (komplikasi penglihatan terkait diabetes) hingga 30 persen

Jangan biarkan mitos tentang buah menghentikan Anda menikmati berbagai manfaat kesehatannya. Ingat semua buah menyediakan nutrisi berharga.

Kuncinya adalah mengonsumsi berbagai macam buah sehingga Anda mendapatkan berbagai macam vitamin, mineral, dan antioksidan yang ditawarkannya.

Tinggalkan Komentar