Donald Trump Kembali Menangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Washington, inimalangraya.com — Kemenangan di Wisconsin, diantara beberapa negara bagian lainnya, mendorong Donald Trump raih 270 suara elektoral sebagai syarat memenangkan kursi Presiden Amerika Serikat (AS).
Ia hampir pasti menjabat sebagai presiden ke-47 AS pada hari Rabu, (6/11/2024). Kemenangan tersebut mengukuhkan pendekatannya yang keras selama kampanye.
Ia menyerang saingannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dengan berbagai istilah rasis atau misoginis
Trump juga kerap sampaikan gambaran apokaliptik tentang negara yang dikuasai oleh migran yang mengacau.
Retorika kasar tersebut, berpadu dengan citra hipermaskulinitas, mendapat sambutan dari para pemilih, khususnya para pria, di negara yang sangat terpolarisasi.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika atas kehormatan luar biasa terpilih sebagai presiden ke-47 dan presiden ke-45,” kata Trump.
Pidatonya berlangsung sebelum kepastian pemenangan kepada kerumunan pendukung yang mengelu-elukannya Florida
Di setiap negara bagian, Trump mengungguli dari masa saat ia kampanye pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2020.
Sementara Harris gagal melakukan, sebaik yang Joe Biden lakukan, dalam memenangkan kursi kepresidenan empat tahun lalu.
Setelah menjabat lagi, Trump juga akan bekerja sama dengan Senat yang sekarang akan berada di tangan Partai Republik. Sementara kendali DPR belum ditentukan.
“Kita telah melalui banyak hal bersama. Hari ini Anda muncul dalam jumlah yang memecahkan rekor untuk memberikan kemenangan,” kata Trump. “Hari ini istimewa dan kami akan membalas kebaikan Anda,” katanya.
Janji Trump Setelah Terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat
Dalam masa jabatan keduanya, Trump telah berjanji untuk menjalankan agenda yang berpusat pada perombakan besar-besaran pemerintah federal.
Ia juga katakan akan melakukan pembalasan terhadap yang ia anggap ‘musuh’.
Hasil tersebut menutup musim pemilihan yang penuh gejolak dan kompetitif. Termasuk insiden dua upaya pembunuhan yang menargetkan Trump.
Trump akan mewarisi berbagai tantangan saat ia memangku jabatan pada 20 Januari.
Tantangan itu termasuk meningkatnya polarisasi politik dan krisis global yang menguji pengaruh AS di luar negeri.
Kemenangannya melawan Harris, wanita kulit berwarna pertama yang memimpin tiket partai utama, menandai kedua kalinya ia mengalahkan pesaing wanita dalam pemilihan umum.
Harris, wakil presiden saat ini, naik ke puncak tiket setelah Biden keluar dari kontestasi di tengah kekhawatiran tentang usianya yang lanjut.
Meskipun ada lonjakan energi awal di sekitar kampanyenya, ia berjuang selama jangka waktu yang padat untuk meyakinkan para pemilih yang kecewa bahwa ia mewakili perubahan dari pemerintahan yang tidak populer.
Trump adalah mantan presiden pertama yang kembali berkuasa sejak Grover Cleveland merebut kembali Gedung Putih dalam pemilihan umum tahun 1892.
Ia adalah orang pertama yang dihukum karena tindak pidana berat yang terpilih menjadi presiden.
Dan, pada usia 78 tahun, merupakan orang tertua yang terpilih untuk jabatan presiden Amerika Serikat.
Wakil presidennya, Senator Ohio berusia 40 tahun JD Vance, akan menjadi anggota generasi milenial dengan jabatan tertinggi dalam pemerintahan AS.
Ucapan selamat mulai mengalir dari para pemimpin dunia bahkan sebelum kemenangan Trump sebagai presiden Amerika Serikat.
BACA JUGA

