Berlatar Belakang Diskomvis, Gen Z Ini Tak Ragu Jalankan Bisnis Bengkel Motor di Sawojajar Malang

Kabupaten Malang, inimalangraya.com – Bisnis bengkel motor jadi pilihan utama seorang gen Z di Sawojajar II , Kabupaten Malang, Juan Gozalino Wijaya.
Padahal ia memiliki latar belakang pendidika di bidang adalah desain komunikasi visual.
Memang, dia saat ini kembangkan bengkel motor Yestosa yang populer di kawasan Sawojajar 2 Malang, tepatnya di Jalan Jembawan.
“Bengkel ini sudah ada sejak 2001 tetapi saya baru menjalankannya pada 2022, tepatnya bulan Januari,” papar Juan kepada wartawan inimalangraya.com.
Juan tambahkan bahwa memang bengkel ini merupakan usaha milik ayahnya yang sudah dirintis sejak tahun kelahirannya.

Pria yang memiliki kemampuan desain ini tak menampik bahwa ia kini lebih condong fokus untuk mengurus bengkel tersebut.
“Saya mulai handle ini setelah lulus kuliah dari Universitas Negeri Malang jurusan Desain Komunikasi Visual,” katanya yang sudah mengenal semua jenis suku cadang motor sejak sekolah dasar.
“Alasan utama adalah karena prospeknya lebih bagus dan saya juga sudah sangat mengenal usaha ini sejak kecil,” kata dia.
Saat ini, bahkan bengkel Yestosa juga memiliki cabang di kawasan Sawojajar II yakni di Jalan Kapi Sraba Raya.
Letak bengkel motor yang strategis di Sawojajar dua Kabupaten Malang ini memang cukup mendukung.
Pasalnya, kawasan perumahan tersebut memiliki pendudukyang padat. Terlebih kawasan tersebut sering menjadi jalan perlintasan atau jalur alternatif dari Kabupaten Malang menuju Kota Malang.
“Saat ini, adik saya yang menjalankan bengkel tersebut meskipun masih saya awasi karena dia belum terlalu memahami,” begitu papar pria yang juga lulusan SMK CorJesu jurusan Desain Komunikasi Visual ini.
Akrab Dengan Semua Jenis Suku Cadang Sejak di Sekolah Dasar
Ia ceritakan bahwa ia dan adiknya sudah belajar tentang jenis spare parts atau suku cadang motor sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar.
Karena itulah, Juan mantap menjalankan bengkel ini meski tak sekali dua kali temui kendala selama berbisnis.
“Kendala ada yaitu pemenuhan ketersediaan barang. Tterkadang stok yang sedikit dari dealer sehingga cukup menyulitkan,” papar dia. “Jadi pembelian suku cadang tersebut harus inden.”
Ia sebutkan beberapa barang yang harus inden itu termasuk ban, shock breaker, lalu slebor depan dimana stok cukup terbatas di pasaran.
Saat ini, ia katakan tak tinggalkan dunia seni grafis meskipun dia fokus menjalankan bengkel motor ini.
“Saya masih freelance untuk mengerjakan spanduk dan semacamnya. Kalau untuk desain grafis murni agak terhambat karena sekarang penggunaan AI juga marak,” jelas dia.
Sejauh ini, tambahnya, ia masih akan kembangkan bengkel ini karena memang sudah memiliki pelanggan tetap.
“Kalau promosi bengkel masih belum sempat saya lakukan karena dia memang sudah ada pelanggan tetap,” pungkas dia.
BACA JUGA

