Tanda-Tanda Kecanduan TikTok dan Cara Mengatasinya

Kecanduan TikTok
Awas kecanduan TikTok atau media sosial lainnya (Pixabay)

Inimalangraya.com – Seseorang yang kecanduan TikTok saat ini seolah jadi fenomena biasa. Aplikasi ini sangat menggoda terutama di malam hari sebelum tidur.

Deretan video pendek yang ada di TikTok memang menarik perhatian dimana para ahli menganggap bahwa hal ini membuat otak menjadi rusak atau disebut brain rot.

Tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang menikmati platform ini. Tak sedikit video bermanfaat dari resep masakan hingga tren kecantikan meraih banyak penonton.

Namun, bagaimanapun, kecanduan TikTok bisa menyebabkan hal negatif dan ini tanda utama seseorang mengalami kecanduan media sosial yang dilarang di berbagai negara ini.

Tanda Utama Anda Kecanduan TikTok

Pakar kecanduan setuju bahwa satu tanda menonjol dimana penggunaan aplikasi tersebut telah mengambil alih hidup Anda.

“Tanda bahaya terbesar adalah ketika TikTok mulai mengganggu tanggung jawab atau hubungan sehari-hari,” kata Michael Villarreal, CEO Tres Vistas Recovery, pusat perawatan kecanduan di California.

Ia melanjutkan bahwa beberapa pasiennya mengalami hal-hal yang menunjukan indikasi kecanduan.

Mereka membolos dari pekerjaan, mengabaikan keluarga atau teman, atau kesulitan untuk mengikuti sekolah atau tugas karena terlalu asyik menggulir layar.

“Semuanya itu pertanda kuat bahwa penggunaan TikTok sangat tidak sehat,”lanjut dia.

Itu semua bermuara pada satu hal. “Seperti halnya kecanduan apa pun, indikator utama dari suatu masalah adalah kurangnya kontrol,” kata Beth Chippendale Katona, seorang konselor profesional klinis berlisensi dan konselor kecanduan klinis berlisensi di Thriveworks di Kansas City, Missouri. “Individu tersebut mengalami konsekuensi dan tidak mampu mengendalikan perilakunya.”

Penting untuk diketahui bahwa orang yang mengalami kecanduan merasa mereka memegang kendali, padahal tidak.

Tanda-Tanda Lain Seseorang Kecanduan TikTok

Kecanduan dan penggunaan yang tidak sehat juga dapat muncul dalam berbagai cara penting lainnya. Para penyedia layanan kesehatan menghimbau orang-orang untuk memperhatikan tanda-tanda berikut.

Pertama, keinginan memikirkan aplikasi tersebut.

Baik saat Anda sedang beristirahat di tempat kerja, pergi ke kamar mandi, atau menahan keinginan untuk bangun dari tempat tidur, keinginan untuk menonton TikTok mungkin muncul — dan itu belum tentu hal yang baik.

“Jika TikTok adalah hal pertama yang Anda pikirkan di pagi hari dan hal terakhir sebelum tidur. Atau jika Anda terus-menerus memutar ulang video di kepala selama aktivitas lain, itu pertanda otak Anda terlalu fokus padanya,” kata Villarreal.

Kedua, ada perasaan bergantung secara emosional.  Merasa cemas, bosan, atau mudah tersinggung tanpa TikTok, atau mengandalkannya untuk validasi, adalah tanda-tanda ketergantungan lainnya, menurut Villarreal.

Claire Wilson, seorang terapis di Kelley Counseling & Wellness, juga mengemukakan hal ini.

“Bisa terjadi perubahan suasana hati yang tiba-tiba saat akses ke TikTok dibatasi,” katanya. “Seseorang mungkin menyadari adanya kecenderungan untuk sering memasukkan TikTok ke dalam diskusi dengan orang lain, yang mengarah pada perbandingan dengan individu yang ditampilkan di platform tersebut, yang dapat berdampak buruk pada suasana hati dan kesehatan mental seseorang.”

Ketiga nyeri fisik. Ya, menghabiskan terlalu banyak waktu di TikTok bahkan dapat menyebabkan masalah fisik.

“Menghabiskan waktu berjam-jam terpaku pada ponsel dapat menyebabkan masalah fisik seperti ketegangan mata, sakit kepala, atau nyeri leher — yang oleh sebagian orang disebut sebagai ’tech neck’,” kata Villarreal.

Ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Anda mungkin sudah keterlaluan.

Mengapa TikTok Bisa Membuat Orang Kecanduan

“TikTok dirancang dengan cemerlang untuk membuat Anda ketagihan,” kata Villarreal. “Bak mesin slot: pengguna tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi mereka yakin akan menghibur, jadi tak akan ada hentinya scrolling.”

Selain cara menyediakan hiburan dan kegembiraan tanpa akhir, formulasi TikTok juga strategis.

Katona berbicara tentang algoritme yang menyesuaikan konten untuk Anda, pelepas stres yang diberikannya, dan bagaimana hal itu dapat membantu Anda merasa terhubung dengan orang lain dengan cara yang lebih nyaman dan mudah. ​​

Cara Hilangkan Kecanduan TikTok

“Memahami fungsi TikTok dan dampaknya pada pengguna sangatlah penting,” kata Wilson. “Mengakui potensi kecanduan pada TikTok merupakan langkah awal yang penting.”

Hal yang sama berlaku untuk aplikasi media sosial lainnya. Pertimbangkan beberapa kiat dari para ahli:

  • Tetapkan Batasan

Banyak orang berpikir ‘satu video lagi’, inilah yang menjadi masalah.

Tetapkan batasan yang spesifik dan tegas mengenai berapa banyak waktu yang ingin Anda habiskan di aplikasi tersebut.

Misalnya, mungkin satu jam yang dibagi sepanjang hari, atau hanya saat Anda mengantre di toko.

Alat-alat tertentu dapat mempermudah hal ini. Villarreal menyebutkan pengaturan waktu layar bawaan TikTok, yang biasanya juga dimiliki oleh ponsel Apple.

  • Buat Zona Tanpa Ponsel

Villarreal menyarankan untuk mendedikasikan ruang-ruang tertentu, seperti kamar tidur atau meja makan sebagai area bebas teknologi.

“Ini membantu Anda terhubung kembali dengan kehidupan di luar layar,” katanya.

  • Temukan Kebiasaan Atau Hobi Baru

Apa lagi yang ingin Anda lakukan di waktu senggang? Itu mungkin cara yang lebih mudah dan menyenangkan untuk menggantikan waktu bermain gawai.

Contoh aktivitas yang disebutkan Villarreal meliputi membaca, berjalan, dan hobi lainnya.

Mungkin sudah waktunya untuk akhirnya memenuhi target membaca atau menggambar, dan lebih baik klub olahraga

  • Cari Solusi Untuk HIlangkan Rasa Penasaran

Merasa terdorong untuk membuka aplikasi? Tanyakan pada diri sendiri mengapa.

“Apakah Anda bosan, stres, atau menghindari sesuatu?” tanya Villarreal. “Atasi akar perasaan tersebut alih-alih melarikan diri ke aplikasi.”

Misalnya, mungkin Anda mencoba menghindari perasaan tidak nyaman yang lebih baik diatasi setidaknya dalam jangka panjang, dalam terapi.

Atau mungkin Anda bosan dan menyadari bahwa mengejar aktivitas malam minggu lainnya akan lebih memuaskan Anda.

Intinya, wajar menikmati media sosial.

“Tetapi perbedaannya terletak pada dampaknya,” kata Villarreal. “Penggunaan yang tidak sehat menjadi kecanduan berat ketika mulai mengganggu kesehatan mental, emosional, atau fisik seseorang secara signifikan.”

Tinggalkan Komentar