Usai Viral Ayam Tiren, Pemkab Malang Cairkan Dana Puslatda Atlet Binaraga

Ayam Tiren Pemkab Malang
Plh Sekda Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah (Toski)

Kabupaten Malang, Inimalangraya.com – Setelah viral adanya atlet Binaraga Kabupaten Malang konsumsi ayam tiren (mati kemaren) untuk memenuhi nutrisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akhirnya mencairkan anggaran Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke IX Jawa Timur (Jatim) 2025.

Anggaran puslatda tersebut dicairkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), bahkan Pemkab Malang juga mengundang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten setempat beserta masing-masing cabang olahraga (Cabor) untuk melakukan audiensi terkait kesiapan Porprov Jatim 2025.

Kesiapan tersebut baik venue maupun persiapan atlet yang akan berlaga di Porprov IX Jatim 2025 mendatang, terlebih Malang Raya (Kota, Kabupaten Malang dan Kota Batu) sebagai tuan rumah.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah mengatakan, audiensi ini dilakukan untuk memastikan persiapan masing-masing cabor baik para atlet maupun kesiapan venue yang akan digunakan dalam Porprov IX Jatim 2025 mendatang.

“Audiensi ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan cabor, dan venue, saya minta laporan semuanya termasuk kesiapan atlet, cabor, dan venue, dan Alhamdulillah sudah siap semua,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (5/5/2025).

Akan tetapi, ketika ditanya apakah audiensi ini akibat adanya atlet binaraga Kabupaten Malang konsumsi ayam tiren beberapa hari lalu, Nurman menjelaskan, bahwa audiensi ini selain tentang kesiapan, juga membahas polemik atlet binaraga Kabupaten Malang konsumi ayam tiren tersebut.

“Polemik itu (atlet konsumsi ayam tiren) juga dalam pembahasan di audiensi itu. Polemik itu sudah dituntaskan, itu (konsumsi ayam tiren) bentuk kekecewaan dari para atlet terkait dana pembinaan yang tak kunjung cair,” jelasnya.

Nurman menjelaskan, polemik konsumsi ayam tiren tersebut lantaran adanya keterlambatan pencairan anggaran Puslatda.

“Jadi, anggaran itu sedang proses pencarian, karena anggaran pemerintah itu nggak bisa ‘sakdek saknyet’ (langsung cair), harus ada beberapa tahapan. Sehingga sedikit lambat, dan Alhamdulillah hari ini sudah cair semua. Sehingga nanti binaraga dan atlet lain kita sudah bisa tercukupi,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar