Monas hingga IKN: Kirab Terpanjang Sang Saka Merah Putih

NUSANTARA, inimalangraya.com,- Kirab Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia tahun ini mencetak sejarah baru dengan rute terpanjang. Pada Sabtu (10/8), untuk pertama kalinya, kirab dimulai dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebelumnya, bendera dan teks proklamasi dibawa dari Monas langsung ke Istana Merdeka di Jakarta.
Iring-iringan kirab dimulai pukul 08.00 WIB dari Monas, melewati Jalan Thamrin, Bundaran HI, Jalan Gatot Subroto, Cawang, hingga Bandara Halim Perdanakusuma. Dari sana, bendera dan teks proklamasi diterbangkan ke IKN dengan pesawat Boeing TNI AU.
Prosesi dimulai dengan penyerahan duplikat Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi dari Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, kepada Tim Purna Paskibraka di Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional. Bendera dan teks proklamasi dibawa menggunakan kendaraan taktis “Maung,” diiringi oleh Paskibraka DKI Jakarta, pasukan berkuda, dan marching band.
Tim Purna Paskibraka: Pahlawan Muda
Tim Purna Paskibraka tahun ini terdiri dari empat orang dengan tugas di dua lokasi berbeda: Jakarta dan IKN. Kachina Ozora membawa duplikat Bendera Merah Putih di Jakarta, sementara Kayla Az-Zahra Purnama membawa Teks Proklamasi. Nayla Aulia Al-Kubro Sinapoy dan Lily Wenda akan bertugas di IKN.
Prosesi kirab ini lebih dari sekadar penghormatan terhadap sejarah; ini adalah simbol persatuan dan kebersamaan antara DKI Jakarta dan Ibu Kota Nusantara. Heru Budi Hartono menekankan bahwa kirab ini mencerminkan kebersamaan dan sinergi yang kuat.
Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi dijadwalkan tiba di IKN pada hari yang sama, 10 Agustus 2024. Presiden Joko Widodo akan menyerahkan bendera kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024.
Kirab ini juga menjadi momentum penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Dengan membawa simbol-simbol negara ke IKN, diharapkan semangat perjuangan. Selain itu, nilai-nilai luhur bangsa juga dapat terus tertanam di pusat pemerintahan baru ini.
Dengan demikian, kirab sejarah ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga penegasan atas semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Rute panjang yang dilalui bendera dan teks proklamasi menjadi metafora perjalanan panjang bangsa ini dalam meraih kemerdekaan dan terus membangun negara.
Sumber: Infopublik.id
BACA JUGA
