Generasi Muda Ikut Entri KBBI, Target 200 Ribu Kata Baru!

target 200 ribu entri di KBBI 2024 adalah salah satu langkah besar untuk memperkaya bahasa nasional.
Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Pusbanglin) Bahasa dan Sastra, terus berupaya memperkaya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Foto: Kemendikbudristek

Jakarta, inimalangraya.com,- Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk meningkatkan kualitas dan cakupan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Pusbanglin) Bahasa dan Sastra, terus berupaya memperkaya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

KBBI menjadi referensi utama bagi masyarakat dalam memahami perkembangan bahasa Indonesia yang dinamis. Kepala Pusbanglin, Imam Budi Utomo, menegaskan bahwa target 200 ribu entri di KBBI 2024 adalah salah satu langkah besar untuk memperkaya bahasa nasional.

“Kami menargetkan untuk mencapai 200 ribu entri tahun ini. Ini sejalan dengan pesatnya perkembangan kosakata, terutama dari ranah teknologi, sains, dan budaya populer,” jelas Imam dalam diseminasi KBBI yang digelar bersama Komisi X DPR RI pada Rabu (18/9).

Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1988, KBBI telah mengalami peningkatan jumlah entri yang signifikan. Dari 62 ribu entri di edisi pertama, kini KBBI versi terbaru (KBBI VI, 2023) mencatatkan 120 ribu entri. Pada tahun 2024, Kemendikbudristek menargetkan jumlah tersebut meningkat drastis hingga 200 ribu entri, mencerminkan keragaman bahasa Indonesia yang terus berkembang.

“Bahasa kita berkembang dengan cepat, dan KBBI harus mencerminkan hal tersebut. Kami juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam penambahan entri baru melalui berbagai kegiatan literasi,” tambah Imam.

Kolaborasi dengan Generasi Muda

Dalam upaya mencapai target ini, Kemendikbudristek melibatkan generasi muda sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Badan Bahasa secara aktif bekerja sama dengan Duta Bahasa dan komunitas sastra di berbagai provinsi untuk menyebarkan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia. Hingga saat ini, ribuan Duta Bahasa telah berperan aktif dalam kampanye literasi dan diseminasi KBBI.

Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan, juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa. Anak muda harus merasa bangga dan aktif dalam pelestariannya. KBBI adalah salah satu cara kita untuk memperkuat bahasa ini,” ujar Putra.

Mengakhiri acara, Cici, mahasiswa Universitas Indraprasta Jakarta, mengajak pemuda untuk lebih sering menggunakan bahasa Indonesia di ruang publik.

“Mari kita jaga bahasa Indonesia dengan menggunakan KBBI sebagai panduan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan bahasa ini?” tandasnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan KBBI semakin relevan dan kuat sebagai cerminan perkembangan budaya dan pengetahuan bangsa Indonesia.

Sumber; Kemendikbud Ristek

Tinggalkan Komentar