Jokowi Uji Trem Otonom Ramah Lingkungan di IKN

NUSANTARA, inimalangraya.com,- Presiden Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, melakukan uji coba terhadap salah satu inovasi terbaru di bidang transportasi ramah lingkungan, yaitu Trem Otonom Nusantara, di Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (13/08). Kehadiran trem otonom ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menerapkan teknologi hijau di berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Tepat pukul 15.45 WITA, Presiden Jokowi menaiki trem tersebut dari depan Istana Negara IKN. Perjalanan tersebut mengelilingi beberapa titik penting di kawasan inti pemerintahan. Rute yang ditempuh meliputi Grande di depan Istana Negara, melewati Gedung Kemenko 1, Gedung Kemenko 2, Gedung Kemenko 4, melintasi Gedung Kemenko 3, dan kembali ke Grande. Waktu tempuh perjalanan ini sekitar 7 menit.
Dalam keterangannya kepada awak media di Pusat Pelatihan PSSI IKN, Presiden Jokowi menegaskan bahwa penerapan moda transportasi berbasis energi hijau seperti ART (autonomous rail transit) menjadi prioritas di IKN.
“Kita ingin transportasi massal di IKN itu berbasis energi hijau, dan tadi ART-nya itu listrik. Itu yang saya harapkan nanti bisa digunakan di IKN. Selain murah, itu energinya hijau,” ujar Presiden Jokowi.
Saat ditanya mengenai kesiapan ART untuk digunakan pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Presiden Jokowi menyatakan bahwa moda transportasi tersebut sudah siap beroperasi.
“Tadi sudah digunakan. Jadi kalau kita pakai ART ini memang jalan itu harus lebar dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, jadi memang cukup untuk ART.”
Potensi Pengembangan di Kota-Kota Lain
Presiden Jokowi juga mendorong kota-kota besar lainnya di Indonesia untuk mempertimbangkan penggunaan transportasi massal berbasis energi hijau. Kota-kota seperti Surabaya, Makassar, Medan, dan Bandung menjadi perhatian khusus. Namun, ia juga menyoroti tantangan terkait infrastruktur jalan yang mungkin belum memadai di beberapa kota tersebut.
“Kita pengin kan harganya kira-kira Rp74 miliar per unit. Kalau kita mau membangun MRT itu per kilonya Rp2,3 triliun. Kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per km. Bedanya di situ, ini tidak berbasis rel jadi lebih murah, enggak bangun infrastruktur dasarnya, memakai jalan yang sudah ada,” jelas Presiden Jokowi.
Meskipun demikian, Presiden Jokowi menyadari tantangan terbesar dalam penerapan ART di kota-kota lain adalah ketersediaan jalan yang cukup lebar.
“Problemnya sekarang ini hampir di semua kota jalannya kurang lebar, itu masalahnya, jadi tidak semua kota bisa memakai ART,” pungkasnya.
Menurut siaran pers Otorita Ibu Kota Nusantara, trem otonom ini merupakan teknologi baru. Teknologi ini menggabungkan sistem transportasi light rapid transit (LRT) dan bus otonom. Kehadirannya di IKN tidak hanya menunjukkan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan kota ramah lingkungan. Namun, juga menjadi contoh bagi pengembangan kota-kota lain di Indonesia.
Sumber: Sekertariat Kabinet RI
BACA JUGA
