Strategi Kota Malang Menjaga Stabilitas Harga Komoditas

KOTA MALANG, inimalangraya.com,- Kota Malang memperketat pengawasan harga komoditas guna mengantisipasi inflasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang baru-baru ini mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pertemuan yang berlangsung di Ngalam Command Center (NCC), Balai Kota Malang, pada Senin (19/8), dihadiri oleh berbagai pihak terkait untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
Plt. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si, dalam arahannya menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap harga komoditas vital seperti beras, minyak goreng, daging, dan telur.
“Kenaikan harga di suatu daerah harus menjadi perhatian khusus bagi kepala daerah dan TPID jika di daerah lain tidak mengalami hal serupa,” ungkap Tomsi.
Baca Juga:
Kerjasama Antar Daerah sebagai Kunci Stabilitas Harga
Deputi III Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Edy Priyono, juga menyoroti pentingnya kerjasama antar daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas. Ia mengingatkan agar komoditas yang harganya sedang murah tidak dibuang, melainkan diolah atau disimpan hingga harga kembali stabil.
“Terkadang, di suatu daerah komoditas X murah, tapi di daerah lain cenderung naik. Di sinilah kerjasama antar daerah sangat diperlukan,” ujar Edy.
Kota Malang siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperkuat koordinasi antar daerah untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak terkendali. Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, Ir. Diah Ayu Kusuma Dewi, MT, inflasi di Kota Malang saat ini berada pada angka 1,83 persen, yang masih tergolong terkendali. Meski begitu, ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga pada akhir Agustus dan September.
Meskipun harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng masih relatif stabil, Diah mengingatkan bahwa pihaknya akan terus melakukan inspeksi. Hal ini dilakukan terutama menjelang Pesta Demokrasi, yaitu Pemilihan Kepala Daerah, yang diindikasikan bisa memicu kenaikan harga-harga kebutuhan.
“Jika ada indikasi kenaikan harga yang dapat memicu inflasi, kami akan segera melakukan tindakan preventif,” tegasnya.
Kota Malang menunjukkan kesiapannya dalam mengantisipasi kenaikan harga komoditas dan menjaga stabilitas ekonomi melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TPID.
Dengan komitmen yang kuat untuk menjaga stabilitas harga, Kota Malang akan terus meningkatkan pengawasan pasar, memperkuat kerjasama dengan daerah lain. Selain itu, Kota Malang juga perlu mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Pemilihan Kepala Daerah.
Langkah-langkah proaktif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Malang, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Sumber: Pemkot Malang
BACA JUGA

