Ketua DPR RI Serukan Pengawasan Ketat Virus Mpox

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya langkah preventif dalam menghadapi ancaman virus Mpox di Indonesia.
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Istimewa/Humas DPR RI

JAKARTA, inimalangraya.com,- Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya langkah preventif dalam menghadapi ancaman virus Mpox di Indonesia. Dalam siaran resminya pada Selasa (20/8), Puan mengimbau pemerintah untuk memperkuat pengawasan di seluruh pintu masuk negara, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Hal ini dianggap krusial mengingat peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi Mpox di berbagai provinsi.

Kementerian Kesehatan mencatat hingga, Sabtu, (17/8), terdapat 88 kasus terkonfirmasi Mpox di Indonesia. Sebagian besar kasus terkonsentrasi di DKI Jakarta dengan 59 kasus, diikuti Jawa Barat 13 kasus, dan Banten 9 kasus. Sementara itu, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepulauan Riau masing-masing melaporkan beberapa kasus. Kendati demikian, 87 dari 88 pasien dilaporkan telah sembuh.

Puan Maharani juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejala Mpox, seperti ruam bernanah atau keropeng di kulit.

“Penanganan medis sangat penting dalam kasus penyakit menular seperti ini,” ungkap Puan.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus, termasuk dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi JYNNEOS dan praktik kebersihan diri.

Antisipasi Pemerintah Terhadap Kedaruratan Kesehatan Global

Puan juga menyerukan agar pemerintah meningkatkan infrastruktur kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga setiap kasus yang terdeteksi dapat ditangani dengan cepat dan efektif. Sebagai langkah antisipatif, DPR akan terus memastikan bahwa pemerintah mengutamakan perlindungan masyarakat dalam menghadapi wabah ini.

Sebagai tambahan, WHO telah mengumumkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) pada Rabu, (14/8). Meskipun jumlah kasus di Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan negara-negara di Afrika, Puan mengingatkan bahwa pemerintah harus bersiap dengan berbagai skenario terburuk untuk memastikan penanganan yang maksimal.

Menutup pernyataannya, Puan Maharani menegaskan bahwa penanganan wabah Mpox memerlukan kerjasama antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Dengan meningkatkan pengawasan dan kesadaran, kita bisa meminimalkan risiko penyebaran virus Mpox,” kata Puan.

Ia berharap langkah-langkah yang diambil akan memperkuat sistem kesehatan nasional dan melindungi warga dari potensi bahaya wabah yang lebih luas. Pemerintah dan masyarakat diharapkan tetap waspada dan proaktif dalam menghadapi tantangan kesehatan global ini.

Sumber: Info Publik

Tinggalkan Komentar