Waspada! Marak Kasus Penipuan Mengatasnamakan Pejabat

Penipuan online yang mengatasnamakan pejabat tinggi Kemenkes
Ilustrasi akun palsu penipu yang mengatasnamakan pejabat kemenkes. Foto: Kemenkes

Jakarta, inimalangraya.com,- Kemenkes kembali mengeluarkan peringatan kepada masyarakat. Kali ini, peringatan tersebut menyoroti maraknya penipuan online yang mengatasnamakan pejabat tinggi Kemenkes.

Modus penipuan terbaru melibatkan penggunaan foto dan identitas palsu untuk menipu masyarakat melalui aplikasi pesan instan. Peringatan ini muncul menyusul adanya laporan tentang penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang menggunakan nama dan foto Inspektur Jenderal Murti Utami.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), M. Syahril, mengatakan bahwa sejumlah pihak tidak bertanggung jawab telah menggunakan nomor WhatsApp palsu, yaitu 085692780714, untuk mencoba melakukan penipuan dengan meminta pinjaman sebesar Rp25 juta. Penipu tersebut mengaku sebagai pejabat Kemenkes dan berusaha menipu korban dengan dalih kebutuhan mendesak.

Syahril mengimbau masyarakat agar selalu mengecek kebenaran setiap informasi yang diterima, terutama yang berasal dari nomor atau sumber yang tidak dikenal.

“Jika ada pesan atau panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat kami dan meminta sejumlah uang, sebaiknya diabaikan, karena dipastikan itu adalah penipuan,” ujar Syahril.

Tindakan yang Disarankan

Untuk menghindari potensi kerugian, masyarakat yang menerima pesan atau panggilan mencurigakan tersebut disarankan untuk segera mengabaikan dan memblokir nomor yang bersangkutan.

“Modus penipuan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Oleh karena itu, kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan bahwa informasi kesehatan yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya,” tambah Syahril.

Kemenkes juga mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas atau informasi mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat Kemenkes ke Halo Kemenkes di 1-500567.

“Kami mengimbau agar tidak melakukan transfer uang apapun tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Halo Kemenkes,” tegas Syahril.

Dalam menghadapi situasi ini, Kemenkes menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Dengan demikian, masyarakat dapat melindungi diri mereka sendiri dari upaya penipuan yang semakin marak terjadi.

Melalui imbauan ini, Kemenkes berharap masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.

“Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah kunci utama untuk mencegah diri dari kerugian yang tidak perlu,” tutup Syahril.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih cermat dalam menerima setiap informasi yang beredar. Serta tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sumber: Info Publik

Tinggalkan Komentar