Bertemu Presiden RI, Paus Fransiskus Peringatkan Bahaya Radikalisme Agama

Jakarta, inimalangraya,com – Paus Fransiskus mendesak para pemimpin politik di Indonesia untuk waspada terhadap radikalisme agama.
Ia katakan hal ini saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan para pemuka agama di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/9).
Menurut Paus Fransiskus, radikalisme agama telah mendistorsi keyakinan agama orang lain melalui kekerasan.
Dalam pidato pertamanya dalam perjalanan selama 12 hari di seluruh Asia Tenggara, Paus mengatakan gereja Katolik akan meningkatkan upayanya menuju dialog antar agama. Harapannya adalah untuk meredam radikalisme.
“Dengan cara ini, prasangka dapat dihilangkan, dan iklim saling menghormati dan percaya dapat tumbuh,” kata Paus berusia 87 tahun itu dalam pidatonya kepada sekitar 300 politisi dan pemimpin agama itu.
“Hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan bersama, termasuk dalam melawan ekstremisme dan intoleransi. Yang melalui distorsi agama berupaya memaksakan pandangan mereka dengan menggunakan tipu daya dan kekerasan,” kata Fransiskus.
Tercatat terjadi insiden kekerasan radikalisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa diantaranya termasuk serangan bom bunuh diri pada tahun 2021 dan 2022 oleh kelompok terafiliasi dengan kelompok yang terinspirasi oleh ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Insiden tahun 2021 terjadi tepat sebelum Paskah dan melukai sedikitnya 19 orang.
Presiden RI Sambut Positif Upaya Paus Fransiskus Untuk Cegah Radikalisme dan Serukan Perdamaian
Dalam pidatonya sendiri saat menyambut kedatangan Paus di Indonesia, Presiden Joko Widodo berterima kasih kepada Fransiskus. Hal ini dimaksudkan atas upayanya untuk menyerukan gencatan senjata dalam perang Israel-Gaza.
“Indonesia menghargai sikap Vatikan yang terus menyuarakan dan menyerukan perdamaian di Palestina dan mendukung solusi dua negara,” kata Joko Widodo.
Pidato Fransiskus disampaikan pada hari kerja pertamanya dalam perjalanan ke Asia Tenggara dan Pasifik, yang juga akan mencakup kunjungan ke Papua Nugini, Timor Timur, dan Singapura.
Paus akan menempuh perjalanan sejauh hampir 33.000 km dalam 12 hari perjalanan, sebelum ia tiba kembali di Roma pada 13 September.
Setelah bertemu Presiden RI, Paus Fransiskus akan bertemu dengan para uskup Katolik Indonesia di katedral Jakarta.
Sedangkan besok ia akan mengambil bagian dalam pertemuan antar agama di Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara.
BACA JUGA

