Lagi-Lagi Donald Trump Lolos Dari Upaya Pembunuhan

Donald Trump Upaya Pembunuhan
FBI sedang berjaga-jaga setelah upaya pembunuhan terhadap Donald Trump di lapangan golf pribadi miliknya (Reuters)

Florida, inimalangraya.com  – Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump selamat dari upaya pembunuhan.

FBI menggagalkan upaya tersebut saat Trump bermain golf di lapangan golf miliknya di West Palm Beach, Florida pada hari Minggu (15/9) siang.

FBI melihat dan menembaki seorang pria bersenjata di semak-semak dekat batas properti lapangan golf, beberapa ratus meter dari tempat Trump bermain, begitu kata pejabat penegak hukum setempat.

Tersangka meninggalkan senapan serbu jenis AK-47 dan barang-barang lainnya di tempat kejadian dan melarikan diri dengan kendaraan tetapi kemudian ditangkap.

Upaya pembunuhan terhadap Trump terjadi hanya dua bulan setelah ia ditembak di sebuah rapat umum kampanye di Pennsylvania.

Tembakan tersebut mengakibatkan cedera ringan di telinga kanannya.

Kedua insiden tersebut menyoroti penjagaan keamanan kandidat presiden dalam kampanye yang sangat kompetitif dan terpolarisasi.

Terlebih, pilpres AS sudah makin dekat yakni 5 November 2024.

Tidak jelas apakah atau bagaimana tersangka tahu Trump sedang bermain golf saat itu.

Tetapi  upaya penyerangan itu pasti akan menimbulkan pertanyaan baru tentang tingkat perlindungan yang diberikan kepadanya.

Tersangka Upaya Pembunuhan Terhadap Donald Trump

CNN, Fox News, dan The New York Times mengidentifikasi tersangka sebagai Ryan Wesley Routh, 58, dari Hawaii, mengutip keterangan pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya.

FBI menolak berkomentar.

Reuters menemukan profil di X, Facebook, dan LinkedIn untuk Ryan Routh yang tampaknya adalah pria yang diidentifikasi sebagai tersangka oleh organisasi berita tersebut.

Reuters tidak dapat mengonfirmasi bahwa ini adalah akun tersangka dan lembaga penegak hukum menolak berkomentar.

Tetapi akses publik ke profil Facebook dan X telah dihapus beberapa jam setelah penembakan.

Ketiga akun yang mencantumkan nama Routh menunjukkan bahwa ia adalah pendukung setia Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

Dalam beberapa unggahan, ia tampaknya mencoba membantu merekrut tentara untuk upaya perang Ukraina.

Temuan Senjata Di Semak-Semak

Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw mengatakan agen Dinas Rahasia melihat laras senapan menyembul dari semak-semak sekitar 365 hingga 460 meter dari Trump saat mereka membersihkan lubang dari potensi ancaman sebelum aksinya.

Para agen tersebut menyerang pria bersenjata itu, melepaskan sedikitnya empat butir amunisi sekitar pukul 1:30 siang atau pukul 17.30 WIB.

Pria bersenjata itu kemudian menjatuhkan senapannya, dan meninggalkan dua ransel dan barang-barang lainnya, lalu melarikan diri dengan mobil Nissan hitam.

Sheriff mengatakan seorang saksi melihat pria bersenjata itu dan berhasil mengambil foto mobil dan plat nomornya sebelum ia melarikan diri.

“Dinas Rahasia melakukan persis seperti yang seharusnya dilakukan,” kata Bradshaw, menolak untuk mengidentifikasi tersangka atau memberikan kemungkinan motif.

Setelah tersangka melarikan diri dari tempat kejadian, polisi mengirimkan peringatan ke badan-badan di seluruh negara bagian dengan informasi tentang kendaraannya.

Setelah itu, Deputi sheriff di Martin County berhasil menangkap tersangka di I-95 sekitar 65 km dari lapangan golf.

Presenter Fox News Sean Hannity mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Trump dan Steve Witkoff, seorang investor real estat New York.

Ia adalah teman lama Trump yang berada di lapangan golf bersamanya pada hari Minggu.

“Mereka berada di hole kelima. Keduanya memang mendengar suara tembakan dan FBI langsung melindungi Trump, ” tambahnya.

Senator AS dari Partai Republik Lindsey Graham, dalam sebuah wawancara dengan New York Times, mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Trump.

Trump tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pengawalan FBI.

“Orang-orang ini luar biasa,”  begitu kutipan Trump.

Menanggapi pertanyaan wartawan, para pejabat keamanan mengakui bahwa lapangan golf memang tidak ditutup karena Trump tidak menjabat sebagai presiden.

“Jika ia menjabat, tentunya seluruh lapangan golf ditutup,” kata Bradshaw. “Karena ia tidak menjabat, keamanan dibatasi pada area yang dianggap memungkinkan oleh FBI.”

Tinggalkan Komentar