Lulusan SMK Makin Dicari, Link and Match Berhasil

Jakarta, inimalangraya.com,- Di tengah anggapan umum bahwa banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi pengangguran, data terbaru justru menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), kebekerjaan lulusan SMK mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, tingkat kebekerjaan lulusan SMK berada di angka 32,1 persen, dan naik menjadi 38,4 persen pada tahun 2023.
Kenaikan serupa juga dialami lulusan perguruan tinggi vokasi, di mana kebekerjaan mereka meningkat dari 50,2 persen pada tahun 2021 menjadi 58,6 persen pada tahun 2023.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti, menegaskan bahwa peningkatan kebekerjaan lulusan SMK ini merupakan salah satu pencapaian penting di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Selasa, (17/9), Suharti menyatakan bahwa hasil tersebut mencerminkan efektivitas berbagai program intervensi di bidang pendidikan vokasi.
“Data kebekerjaan ini menunjukkan hasil positif dari berbagai upaya yang telah dilakukan. Kami akan terus memastikan bahwa lulusan SMK dan Politeknik memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini dapat mendorong mereka untuk menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Suharti.
Link and Match: Kunci Kesuksesan
Untuk mencapai keselarasan antara dunia pendidikan dan industri, Kemendikbudristek mengimplementasikan konsep link and match secara intensif. Sekolah dan perguruan tinggi vokasi diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Suharti menambahkan bahwa penyesuaian kurikulum sangat penting agar lulusan tetap memiliki daya saing tinggi. Selain itu, pembukaan atau penutupan program studi dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan lapangan kerja.
Selain itu, Kemendikbudristek juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Sinergi tersebut meliputi Pemerintah Provinsi yang mengelola SMK, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum hingga penyediaan guru tamu dari kalangan industri untuk memberikan pengetahuan langsung kepada siswa.
Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi terus relevan. Hal ini bertujuan agar pemerintah mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Foto: Kemendikbudristek RI
BACA JUGA

