EWS TV Digital: Peringatan Canggih untuk Bencana!

Jakarta, inimalangraya.com,- TV digital memiliki jangkauan yang sangat luas, terutama di daerah-daerah terpencil. Ini memungkinkan informasi peringatan dini bencana dapat sampai kepada masyarakat secara cepat dan menyeluruh, tanpa terkecuali.
Penerapan sistem penyebaran informasi dini kejadian bencana atau Early Warning System (EWS) melalui TV digital dan Disaster Prevention Information System (DPIS) dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat mitigasi bencana di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa saat ini merupakan momen penting untuk memperkuat pencegahan dan mitigasi bencana di Indonesia saat meresmikan sistem tersebut di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (23/9).
DPIS berperan dalam menyampaikan informasi bencana secara langsung kepada petugas, relawan, serta tim kebencanaan dari tingkat pusat hingga kabupaten dan kota.
Sistem ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan bencana yang cepat dan optimal, sehingga respon dari pihak-pihak terkait dapat dipercepat. DPIS merupakan hibah dari Pemerintah Jepang, yang dirancang khusus untuk memfasilitasi penyebaran informasi terkait bencana, guna memastikan penanganan yang efisien.
EWS TV Digital: Inovasi yang Mencakup Populasi Luas
EWS TV Digital adalah sistem yang memungkinkan penyebaran informasi bencana melalui siaran televisi digital, berdasarkan kode pos di wilayah terdampak. Masyarakat dapat langsung menerima informasi bencana melalui siaran TV digital mereka.
Budi Arie menambahkan bahwa sistem ini mampu menjangkau sekitar 76 persen populasi Indonesia, memanfaatkan jangkauan luas dari siaran televisi digital. Informasi kebencanaan akan muncul di layar TV, bahkan menginterupsi siaran yang sedang ditonton.
“DPIS dan EWS TV Digital saling melengkapi dan mendukung sistem peringatan dini eksisting seperti SMS Blasting,” tegas Menkominfo.
Ia menekankan bahwa informasi bencana ini hanya akan disebarkan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak. Kementerian Kominfo juga telah melakukan uji coba sistem ini bersama penyelenggara multipleksing (MUX) dan berbagai kementerian serta lembaga terkait.
Budi Arie menekankan pentingnya sosialisasi masif terkait implementasi sistem informasi kebencanaan. “Hal itu sangat penting agar masyarakat mengetahui langkah-langkah keselamatan yang perlu diambil saat menerima peringatan dini bencana melalui layar televisi,” tutupnya.
Sumber: Kominfo RI
BACA JUGA
