Generasi Z dan Alpha: Pahlawan Perubahan Iklim Masa Depan

JAKARTA, inimalangraya.com,- Dalam acara Festival Aksi Iklim dan Workshop Iklim Terapan tentang perubahan iklim yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, (20/8), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alpha, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Acara ini merupakan bagian dari Peringatan Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ke-7 dengan tema “Aksi Iklim Kaum Muda untuk Perubahan Iklim Indonesia.”
Dwikorita menyatakan bahwa perubahan yang semakin mengkhawatirkan ini akan sangat berdampak pada Generasi Z dan Alpha. Menurutnya, suhu global yang terus meningkat dan frekuensi bencana hidrometeorologi yang meningkat menunjukkan urgensi tindakan mitigasi iklim.
“Generasi muda, yang mendominasi populasi Indonesia, memiliki potensi besar untuk membuat perubahan signifikan dalam aksi pencegahan perubahan iklim,” ujar Dwikorita.
Pernyataan ini dikuatkan oleh data dari Badan Meteorologi Dunia (WMO) yang mencatat tahun 2023 sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan, dengan suhu rata-rata global yang mencapai 1,45°C di atas level pra-industri. Ini mendekati batas maksimum yang ditetapkan dalam Paris Agreement 2015 untuk menahan pemanasan global pada 1,5°C. Dwikorita memperingatkan bahwa jika tindakan mitigasi gagal, suhu di Indonesia dapat meningkat hingga 3,5°C pada tahun 2100.
Antisipasi dan Tindakan Nyata
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa dampak yang telah terjadi menunjukkan perlunya respon global.
“Kegagalan mitigasi iklim menjadi risiko global terbesar di World Economic Forum 2023,” ujarnya. Ardhasena menegaskan bahwa pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, merupakan kunci dalam mengatasi perubahan iklim.
Sementara itu, meningkatkan pemahaman iklim di kalangan publik, terutama generasi Z dan Alpha, adalah tantangan utama.
“Masyarakat perlu didorong untuk melakukan aksi nyata dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ini termasuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG ke-13 tentang aksi iklim,” tambah Ardhasena.
Dengan tekad dan tindakan konkret dari generasi muda, diharapkan dapat tercapai tujuan dari Perjanjian Paris dan membatasi pemanasan global. Dengan ini Indonesia dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk semua.
Festival Aksi Iklim ini telah menjadi langkah penting dalam menyuarakan keprihatinan terhadap perubahan iklim. Hal ini juga dapat mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif. Melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi, diharapkan semakin banyak individu dan komunitas yang tergerak untuk berkontribusi dalam upaya mitigasi dan adaptasi.
Sumber: Siaran Pers BMKG
BACA JUGA
