Perjuangan ABK Terlantar, Berhasil Dipulangkan Dinsos Jatim

Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur berhasil memfasilitasi pemulangan 17 orang anak buah kapal (ABK)
Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur berhasil memfasilitasi pemulangan 17 orang anak buah kapal (ABK). Foto: Diskomnfo Jatim

JATIM, inimalangraya.com,- Pada Minggu (25/8), Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur berhasil memfasilitasi pemulangan 17 orang anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya terjebak dalam situasi eksploitasi di KM Arif Wijaya Sejati. Mereka diterima oleh Dinsos Kabupaten Situbondo sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat asal mereka.

Sebanyak 17 ABK ini, yang berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, mengaku telah dieksploitasi selama bekerja di KM Arif Wijaya Sejati. Mereka mengatakan tidak menerima gaji sesuai yang dijanjikan oleh pihak kapal. Subur Muryana, ketua rombongan, menjelaskan bahwa mereka hanya diberikan gaji Rp500.000 sejak mulai bekerja pada 23 Juni hingga 19 Agustus 2024.

“Kami dijanjikan gaji bulanan, tapi kenyataannya sangat jauh dari itu,” kata Subur saat wawancara dengan petugas Dinsos Jatim.

Perjuangan ABK Menuju Pulang

Subur dan rekan-rekannya awalnya berangkat dari Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menuju Selat Madura tanpa adanya Perjanjian Kerja Laut (PKL).

Setelah tiga bulan bekerja, mereka memutuskan untuk turun dari kapal pada 20 Agustus 2024 di Pelabuhan Talango Air, Sumenep, karena masalah ketidakcocokan dengan ABK lama dan masalah upah.

Pada 23 Agustus 2024 lalu, mereka berangkat dari Pelabuhan Raas menuju Pelabuhan Jangkar. Mereka pergi menggunakan KMP Wicitra Dharma 1 dan tiba di Situbondo. Sesampainya di Situbondo mereka diterima oleh pihak berwajib dan Dinsos Kabupaten Situbondo.

Kepala Bidang Bencana Dinsos Jatim, Sukardi MH MSi, mengonfirmasi laporan mengenai pemulangan ABK ini. Namun, proses pemulangan tidak berjalan mulus. Tim Dinsos Jatim yang seharusnya menjemput rombongan di Surabaya harus bergegas menuju Terminal Bungurasih setelah rombongan tidak tiba sesuai jadwal.

“Kami mengirim tim untuk mencari dan menjemput mereka,” ujar Ketua Tim Penanganan Bencana Sosial dan LDP Dinsos Jatim, Liawati Suntiana SPd MSos.

Setelah akhirnya tiba di kantor Dinas Sosial Jatim, ke-17 ABK menerima fasilitas pemulangan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok.  13 orang menuju Dinsos Jawa Tengah, sedangkan 4 orang menuju Dinsos DIY sesuai alamat domisili yang tercantum pada identitas mereka.

Cecep Supriadi, salah satu ABK, mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, akhirnya kami pulang. Terima kasih kepada Dinsos Jatim atas pelayanan dan fasilitasnya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Tim yang bertugas.”

Proses ini menandai akhir dari perjuangan panjang mereka dan kembali ke pelukan keluarga mereka setelah melewati pengalaman yang sangat sulit.

Sumber: Diskominfo Jatim

Tinggalkan Komentar