Sinkronisasi Data Kunci Efektivitas Program Makan Bergizi

Untuk memastikan program makan bergizi gratis berhasil, Netty Prasetiyani Aher, Anggota Komisi IX DPR RI, minta agar data semua sekolah dari SD sampai SMA diperiksa ulang
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. Foto: Munchen/vel

Jakarta, inimalangraya,- Untuk memastikan program makan bergizi gratis berhasil, Netty Prasetiyani Aher, Anggota Komisi IX DPR RI, minta agar data semua sekolah dari SD sampai SMA diperiksa ulang. Tujuannya supaya program ini bisa berjalan efektif dan menjangkau semua anak yang membutuhkan.

“Sinkronisasi data akan membantu pemerintah memetakan sekolah-sekolah yang sudah memenuhi syarat fasilitas penyediaan makanan bergizi dan yang belum. Jangan sampai strategi pemberian makan bergizi gratis diterapkan secara pukul rata dari Sabang sampai Merauke. Ini tidak akan efektif,” kata Netty dalam rilis resmi, Selasa (17/9).

Netty menegaskan, pentingnya pemetaan fasilitas di setiap sekolah untuk menentukan kelayakan penyediaan makanan bergizi. Ketersediaan dapur, ruang makan, dan akses logistik menjadi hal yang krusial dalam pelaksanaan program ini.

Di daerah-daerah terpencil dengan infrastruktur terbatas, penyiapan makanan bergizi memerlukan biaya dan strategi yang berbeda.

Netty menyampaikan bahwa daerah-daerah dengan akses yang sulit tidak bisa disamakan dengan daerah yang sudah memiliki infrastruktur bagus.

Ia mencontohkan apakah dengan harga Rp15 ribu per porsi di Papua sudah cukup untuk menyediakan makanan bergizi, dan menekankan bahwa hal ini perlu diperhitungkan dengan baik.

Variasi Menu Bergizi Sesuai Potensi Daerah

Selain itu, Netty juga menyoroti pentingnya variasi menu bergizi yang disediakan. Pemerintah harus mempertimbangkan kearifan lokal dan potensi kekayaan alam di setiap daerah, seperti ikan, sagu, dan ubi, sehingga menu yang disajikan tidak melulu berupa nasi, telur, atau ayam.

“Setiap daerah memiliki potensi sumber daya alamnya sendiri. Memanfaatkan kekayaan lokal tidak hanya mendukung kesehatan siswa, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal,” tambahnya.

Dalam rangka memperluas manfaat program ini, Netty juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melibatkan pelaku UMKM di sekitar sekolah dalam menyediakan jajanan sehat dan higienis bagi siswa. Menurutnya, perlu ada sosialisasi dan edukasi kepada pedagang agar mereka bisa menyediakan makanan yang bergizi dan aman.

“Jangan sampai program makan bergizi gratis sudah disiapkan pemerintah, tapi masih banyak siswa yang membeli jajanan tidak sehat, berpemanis buatan, dan tidak higienis. Ini akan mengurangi efektivitas program,” tegas Netty.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan. Hal inni untuk meningkatkan kesehatan siswa di seluruh Indonesia, tanpa mengabaikan kondisi dan kebutuhan spesifik setiap daerah.

Sumber: dpr.go.id

Tinggalkan Komentar