Bendungan Lahor: Spot Wisata Asyik yang Wajib Dikunjungi!

Kab. Malang, inimalangraya.com,- Bendungan Lahor, yang terletak di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, tidak hanya berfungsi sebagai bendungan untuk pembangkit listrik dan irigasi, tetapi juga menjadi tempat wisata favorit.
Bendungan ini memiliki pemandangan indah dengan suasana yang tenang, dikelilingi pepohonan rimbun yang menambah kesejukan.
Bendungan Lahor diresmikan oleh Presiden Suharto pada tahun 1977. Peresmian tersebut dilaksanakan tiga tahun setelah peresmian Bendungan Karangkates (kini dikenal sebagai Bendungan Sutami).
Bendungan ini berfungsi sebagai cadangan bagi Bendungan Sutami, mengalirkan air ketika ketersediaan air di Sutami menyusut. Pengelolaan bendungan dilakukan oleh Perum Jasa Tirta I, sementara PLTA dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali.
Selain menikmati keindahan danau dan pepohonan, pengunjung dapat naik perahu motor untuk berkeliling danau atau memancing. Pemandangan di sekitar bendungan juga cocok untuk menikmati sunrise dan sunset yang memukau. Bagi pecinta fotografi, spot-spot indah di sekitar bendungan dapat menjadi latar belakang yang sempurna untuk berfoto.
Tidak perlu khawatir soal kenyamanan, karena Bendungan Lahor sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Fasilitas yang tersedia seperti lahan parkir yang luas dan aman, gazebo untuk bersantai, toilet umum.
Warung makan juga mudah ditemui khususnya yang menjual hidangan khas perairan seperti wader, gurami, dan lele. Bagi yang ingin bermalam, tersedia penginapan dengan harga bervariasi.

Bendungan Lahor mudah dijangkau. Jika kalian melakukan perjalanan dari Malang menuju Blitar, setelah menempuh sekitar 37 km, kalian akan menemukan pintu masuk Taman Wisata Waduk Sutami. Belok ke kanan dan dalam 500 meter, kalian akan tiba di Bendungan Lahor, yang juga merupakan jalur alternatif menuju Kabupaten Blitar.
Dengan pengelolaan yang baik, Bendungan Lahor menjadi destinasi wisata yang cocok untuk keluarga dan teman-teman yang ingin menikmati alam sekaligus mempelajari sejarah bendungan ini.
Sumber: Berbagai sumber
BACA JUGA

