Waspadai Bahaya Gondongan untuk Si Kecil!

Malang, inimalangraya.com,- Gondongan adalah infeksi yang menyerang kelenjar ludah yang terletak di bawah daun telinga. Meskipun kebanyakan kasus sembuh dengan sendirinya, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius yang berbahaya, terutama pada anak-anak.
Menurut Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp. IPT, Dokter Spesialis Anak di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, infeksi ini disebabkan oleh virus bernama paramyxovirus. Gejala gondongan biasanya muncul dalam 16–18 hari setelah terpapar virus.
Pada dua hingga tiga hari pertama, anak mungkin mengalami demam, pusing, dan tubuh yang tidak nyaman, terkadang disertai batuk atau muntah. Gejala utama selanjutnya adalah pembesaran kelenjar ludah yang terasa nyeri, yang berlangsung selama 5–7 hari.
“Setelah itu, pembesaran akan mengecil dengan sendirinya,” ungkap Dr. Ratni dalam podcast bulanan Tropmed Talk,Senin, (21/10).
Meskipun kebanyakan kasus gondongan tidak berujung pada masalah serius, infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.
“Jika virus menjalar hingga ke otak, bisa mengakibatkan radang otak,” jelas Dr. Ratni.
Gejala komplikasi ini termasuk demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran. Selain itu, pneumonia dan pankreatitis juga bisa terjadi.
Pada remaja dan dewasa, gondongan dapat menyebabkan orchitis (peradangan testis) pada pria dan ovaritis (peradangan ovarium) pada wanita. Bahkan, ibu hamil yang terinfeksi gondongan berisiko mengalami keguguran, terutama pada trimester pertama.
Gondongan mudah menular melalui droplet dari batuk atau bersin. Virus dalam droplet dapat bertahan hidup beberapa jam di permukaan benda, memungkinkan penularan tidak langsung.
Oleh karena itu, Dr. Ratni menyarankan untuk mengisolasi penderita selama lima hari setelah demam mulai. Untuk mencegah penularan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting. Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) juga direkomendasikan sebagai langkah preventif. Jika seseorang telah terinfeksi gondongan dan memiliki antibodi, vaksin MMR tidak perlu diberikan.
Dengan memahami bahaya gondongan, kita dapat melindungi anak-anak dari risiko penyakit ini dan komplikasi yang mungkin ditimbulkan.
Sumber: Universitas Gadjah Mada
BACA JUGA

