Catat 6 Kebiasaan Yang Sebabkan Penuaan Otak

Penuaan Otak
Penuaan otak dapat dihindari melalui beberapa kebiasaan (Pixabay)

Inimalangraya.com –   Tidak ada orang yang dapat menghentikan penuaan meski siapapun wajib hindari penuaan otak dini. Parahnya, banyak kebiasaan sehari-hari dapat menyebabkan otak menua lebih cepat.

“Penuaan otak mengacu pada penurunan alami dalam struktur dan fungsi otak dari waktu ke waktu,” kata Caitlin Shure, PhD, seorang ahli ilmu saraf di NextSense. “Hal ini dapat mencakup melemahnya koneksi sinaptik, berkurangnya efisiensi dalam jalur pensinyalan, dan menurunnya neuroplastisitas—pada dasarnya, kemampuan otak untuk beradaptasi dan mengatur ulang dirinya sendiri,” tambahnya.

Shure dan para ahli lainnya mengungkapkan kebiasaan umum yang dapat menyebabkan penuaan otak lebih cepat yakni:

  1. Duduk Sepanjang Hari

Menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk tidak hanya akan membuat sakit punggung  tetapi juga penuaan otak secara dini.

“Gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, yang keduanya penting untuk kesehatan mental dan kognitif,” kata Shure.

Aktivitas fisik, di sisi lain, membantu melepaskan faktor pertumbuhan seperti faktor neurotropik yang berasal dari otak (BDNF) yang mendukung pertumbuhan sel-sel otak baru dan penguatan koneksi otak, kata Shure.

  1.  Stres Tinggi

Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati  tetapimempercepat penuaan otak.

Kadar hormon stres yang tinggi secara kronis seperti kortisol dikaitkan dengan penurunan kognitif, terutama yang memengaruhi fungsi memori di hipokampus.

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan pada orang yang tidak memiliki kondisi kesehatan apa pun, kadar hormon glukokortikoid yang tinggi, yang dilepaskan saat Anda stres, dapat mengganggu memori verbal untuk sementara waktu.

Cara untuk mengelola stres secara efektif sangat penting bagi kesehatan otak dan kesehatan secara keseluruhan.

Latihan seperti perhatian penuh, yoga, berjalan kaki, atau berbicara dengan profesional kesehatan mental dapat mengurangi stres dan membantu Anda merasa lebih tenang.

  1. Kurang Tidur

Menurut Ankur Bindal, MD, MPH, FAPA, FAASM, seorang psikiater bersertifikat dan CEO, salah satu pendiri, serta presiden KAB Medical Group Inc., kurang tidur kronis merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan otak.

Saat manusia tidur, otak bekerja keras membentuk jalur saraf baru dan mempersiapkan diri untuk hari berikutnya.

Penelitian menunjukkan bahwa selama tidur, tubuh membuang racun di otak yang mungkin menumpuk sepanjang hari.

“Saya selalu menyarankan untuk memprioritaskan 7 hingga 9 jam tidur yang konsisten dan berkualitas tinggi serta menciptakan rutinitas waktu tidur yang menenangkan,” kata Bindal, seraya menambahkan bahwa melakukan aktivitas yang menenangkan secara teratur sebelum tidur akan memberikan hubungan yang positif dengan tidur.

  1. Tak Suka Sosialisasi

Penelitian menunjukkan bahwa kesepian menyebabkan perubahan saraf yang memengaruhi proses kognitif.  Seseorang yang kesepian sepanjang waktu berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melaporkan merasa kesepian atau yang hanya merasa kesepian kadang-kadang. Penelitian menunjukkan bahwa bersosialisasi secara fisik, bukan online lebih meningkatkan kegembiraan.

  1. Multitasking

Multitasking dapat berdampak buruk pada kesehatan otak seiring berjalannya waktu. Pergeseran perhatian yang konstan dapat menciptakan “sisa perhatian,” yang menyebabkan berkurangnya fokus dan kelelahan mental, kata Bindal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, seiring berjalannya waktu, rangsangan berlebihan semacam ini dapat berdampak negatif pada kemampuan untuk membuat keputusan dan menyerap informasi. Hal ini juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan.

“Teka-teki seperti Sudoku dan teka-teki silang dapat membantu menguji ingatan, fokus otak, dan perhatian,” kata Bindal. “Saya juga merekomendasikan untuk benar-benar mematikan perangkat dan membaca buku, mencatat pikiran Anda dalam jurnal, dan menghabiskan waktu untuk bermeditasi.”

  1. Mengonsumsi Makanan Olahan Berlebihan

“Pola makan dari makanan olahan sangat merusak karena makanan ini dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan otak,” kata Bindal. Faktanya, satu penelitian menemukan bahwa setiap peningkatan 10 persen dalam asupan makanan olahan sangat terkait dengan risiko gangguan kognitif dan stroke yang lebih tinggi.

Mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia dapat dilakukan dengan penyesuaian harian yang kecil. Melatih perhatian, meningkatkan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan seimbang, memprioritaskan tidur, dan tetap terhubung secara sosial adalah kunci hindari penuaan otak secara dini.

Tinggalkan Komentar